Heboh Pembunuhan Pulomas Enam Tewas di Kamar Mandi, Pembunuh Potong

959 views

Jadi Saksi Pembunuhan Sadis, Lima Korban Dijaga Ketat

8

VIVA.co.id – Kepolisian akan memberikan trauma healing, atau penyembuhan trauma kepada lima korban selamat dalam pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur.

Pihak Kepolisian akan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sebab, ada anak di bawah umur yang menjadi korban selamat dalam peristiwa memilukan itu.

“Kami lakukan trauma healing dari tim psikologi Polda dan KPAI ke korban yang selamat,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa 27 Desember 2016.

Menurutnya, pemulihan kondisi trauma penting dilakukan untuk penyidik memintai keterangan terkait kronologi dan ciri-ciri pelaku. Para korban selamat akan dimintai keterangan, setelah kondisinya memungkinkan.

Saat ini, kata Argo, kelima korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kartika, Pulomas, Jakarta Timur. Sambil menunggu korban dalam kondisi normal, polisi akan menjaga kelima korban yang menjadi saksi kunci dalam peristiwa itu.

“Lima korban yang masih hidup dirawat di RS Kartika dan dijaga ketat, soalnya ini kan saksi kunci,” ucapnya.

Komisioner KPAI, Erlinda terlihat hadir di lokasi pembunuhan dan penyekapan sadis di Pulomas, Jakarta Timur. Erlinda yang hadir sore tadi, mengaku kaget dan merasa prihatin melihat peristiwa mengerikan itu. Terlebih, ada beberapa anak menjadi korban.

“KPAI hadir di sini, karena suatu bentuk keprihatinan kita. Namun, karena adanya dua anak yang sudah menjadi korban kesadisan seperti ini, kami dari KPAI tidak bisa membiarkan begitu saja,” ujar Erlinda.

Erlinda mengapresiasi kinerja Kepolisian yang bergerak cepat dan segera mengamankan lokasi kejadian. Selain itu, dia juga berharap para pelaku dapat segera ditangkap.

“Kami berharap, tim gabungan dari Polda dan Polres segera menangkap pelaku,” ujar Erlinda.

Erlinda mengaku telah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mengawal anak yang menjadi korban selamat. Hal itu dirasa perlu, agar korban selamat tak mengalami trauma mendalam berkepanjangan.

“KPAI  sudah koordinasi dengan Polda Metro. Di sini bukan hanya korban anak, tetapi juga saksi kunci. Kami akan pastikan hak anak tersebut,” kata Erlinda.

Diketahui, dalam kasus ini keenam korban tewas adalah pemilik rumah Dodi Triono (59), serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok. Seluruh korban ditemukan di sebuah kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter dalam keadaan terkunci.

Selain itu, ada lima korban luka yang saat ini dirawat di rumah sakit itu. Mereka adalah Emi (41); Zanette Kalila Azaria (13); Santi (22), beralamat di Lengkong, Sukabumi (pembantu); Fitriani (23), beralamat di Kebumen; serta Windy (23), beralamat di Banjarnegara.

Tags: #HEBOH #Pembunuhan Pulomas

Ke Halaman Selanjutnya :