Kapan Sosialisasinya??? Tiba Naik 300%, Masyarakat Keluhkan Tarif Baru STNK dan BPKB

23

JAKARTA — Menjelang penerapan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), warga yang melakukan pembayaran administrasi kendaraan membeludak. Mereka memburu waktu sebelum kenaikan biaya pengurusan administrasi surat tanda nomor kendaraan (STNK) serta penerbitan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) berlaku.

Di halaman parkir Kantor Samsat Polda Metro Jaya, pengumuman parkir telah penuh dipasang sejak kemarin siang. Hal tersebut jarang terjadi pada hari-hari biasanya. Warga yang mengantre di kantor Samsat Polda Metro Jaya juga membeludak.

Salah seorang warga yang mengurus surat-surat mobilnya di Polda Metro Jaya kemarin adalah Yoga Setio (38 tahun). Ia menyegerakan pengurusan terkait kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB yang bakal diberlakukan pada 6 Januari 2017 ini.

Ia juga mengeluhkan kenaikan tarif tersebut. “Emang pada ngeluh. Untuk perpanjangan atau kenaikan itu pasti orang menjerit, coba STNK mobil saja yang biasanya Rp 75.000 menjadi Rp 200.000,” kata Yoga.

Yoga mempertanyakan alasan kenaikan tarif kendaraan tersebut. Ia menilai, di Polda Metro saja sudah banyak pajak kendaraan yang dipungut dari masyarakat. “Masak naiknya dua kali lipat,” kata Yoga denga nada gemas.

Salah seorang penyedia jasa pengurusan surat kendaraan yang beroperasi di Polda Metro Jaya, Agus Yulianto (50), juga menuturkan bahwa ia kebanjiran order, kemarin. Ia juga menilai, membeludaknya masyarakat kemarin disebabkan akan ada kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB. “Lihat aja parkiran penuh, ya karena kenaikan STNK dan BKPB itu,” ujarnya di depan kantor Samsat Polda Metro Jaya, Rabu (4/1).

Agus sudah menjadi Biro Jasa di Polda Metro Jaya sejak 1983. Menurut dia, masyarakat yang datang ke Polda Metro Jaya kemarin tidak seperti hari biasanya. “Hari ini banyak sekali (pemilik kendaraan yang ia urusi surat-suratnya), puluhan,” kata dia.

22

Membeludaknya pemilik kendaraan yang mengurusi surat-surat mereka juga tampak di Samsat Kota Depok, Depok I, kemarin. Seorang warga yang hanya meminta namanya ditulis sebagai Tarno (40 tahun), salah satu yang mengurusi ganti kepemilikan sepeda motor di kantor tersebut, kemarin.

Ia mengatakan terdorong dengan informasi soal rencana kenaikan tarif dan melekaskan pengurusan kemarin. Meski menurutnya kenaikan tarif tak memberatkan, ia tetap mempertanyakan nominalnya yang meningkat hingga dua kali lipat. “Kenapa besar sekali naiknya. Apa nggak bisa pelan-pelan (kenaikannya),” ujar dia, kemarin.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas PNPB untuk mengganti PP Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal yang sama. Isinya mengatur tarif baru untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat oleh Polri secara nasional.

Besaran kenaikan biaya kepengurusan surat-surat kendaraan ini naik dua kali lipat dari nilai sebelumnya. Misalnya, untuk penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga, tarif naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000. Untuk roda empat, dari Rp 75.000 menjadi Rp 200.000.

Kenaikan cukup besar juga terjadi di penerbitan BPKB baru dan ganti kepemilikan atau mutasi. Roda dua dan tiga yang sebelumya dikenakan biaya Rp 80.000, dengan peraturan baru ini, akan menjadi Rp 225.000. Roda empat yang sebelumnya Rp 100.000, kini dikenakan biaya Rp 375.000.

Tags: #STNK NAIK 300%

Ke Halaman Selanjutnya :