KISAH NYATA mantan penginjil : ‘Sejak Masuk Islam, Saya Selalu Mendapat Pertolongan Allah’

51

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran : 103)

Persatuan dan persaudaraan dapat dilandasi oleh kekerabatan atau hubungan darah, perkawinan, kesukuan, dan geografis kenegaraan.

Akan tetapi, Islam juga memiliki hubungan ikatan yang lebih kuat daripada hal-hal di atas. Ikatan itu adalah ikatan keagamanan dan keimanan yang Alquran menyebutnya sebagai tali Allah (hablullah).

Umat Islam memiliki titik temu yang mengikat mereka kapanpun dan di mana pun, yakni: menyembah Tuhan Yang Esa ( satu – satunya agama yang Allahnya adalah Dzat yang tidak berwujud, tidak dapat disamakan dengan apapun juga ciptaan-Nya, Islam tidak menyekutukan-Nya dengan apapun dan siapapun, beriman kepada Nabi yang sama, Kitabnya satu yakni Alquran, kiblatnya juga sama yaitu Ka’bah.

Jadi, umat Islam memiliki ikatan keimanan yang mencerminkan pandangan dunia, kebudayaan, idologi, peribadatan, tradisi, dan kebiasaan sosial yang satu. Karenanya umat Islam disebut sebagai ummatan wahidah (umat yang satu). Ini semua anugerah Allah, sehingga persatuan itu dinisbahkan Allah kepada diri-Nya secara langsung, “maka Allah mempersatukanhatimu…” Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Karena hidup tanpa beban hanya ada dalam Islam.. Karenanya janganlah sia – siakan hidayah Allah ini.. Jangan anugerah ini kita gadaikan dengan kepentingan duniawi yang fana.. Kita wajib muroqobatullah, qonaah dan istiqomah..

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS al-Maidah: 54)

Sekiranya berkenan mengajak saudaraku sebangsa: mari kita beribadah dan menyembah hanya kepada Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Esa, karena tidak ada harapan yang lebih baik bagi manusia selain diridhoi Allah, dicintai Allah, disayangi Allah dan mendapat naungan Allah dihari tidak ada naungan-Nya. Aamin.

Sekiranya berkenan, dengan segala kerendahan hari, kami mengundang saudaraku fillah muslim dan mualaf..

In syaa Allah Minggu 05 Juli 2015 mengundang semua muslim khususnya saudaraku Mualaf untuk bersilaturrahiim di Masjid Az Zikra Sentul City bersama Steven Indra Wibowo K. H. Muhammad Arifin Ilham, ustadz Khalid Z.A. Basalamah dan Keluarga Besar Mualaf Center Indonesia bersama keluarga besar Mualaf Center Azzikra dan komunitas mualaf – mualaf lainnya kita perkokoh Muslim Bersatu Muallaf Berseru dalam parade tauhid Jakarta yang in syaa Allah pada bulan Agustus 2015

Tags: #KISAH NYATA #mantan penginjil

Ke Halaman Selanjutnya :